-->

Majalah

KREASI SANTRI

Majalah Al Kautsar Al Akbar Mempromosikan Potensi Alumni Didirikan oleh Ust. Julkifli Marbun, MA

Friday, 22 December 2017

Aceh Kerjasama dengan Badan Usaha Milik #Pesantren (#BUMP) untuk Kembangkan Sektor Perkebunan

KREASI SANTRI -- DALAM rangka mewujudkan visi pembangunan perkebunan Aceh yaitu terwujudnya pembangunan perkebunan yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Aceh terus melakukan berbagai kegiatan strategis. Program strategis tersebut ada yang bersifat jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Langkah-langkah itu akhirnya diharapkan bermuara pada tercapainya semua misi pembangunan perkebunan Aceh serta menjadikan perkebunan sebagai salah satu andalan bagi peningkatan pendapatan masyarakat, daerah, dan nasional.

Karena itu, setiap tahun Disbun Aceh selalu menetapkan program prioritas. Kegiatan tersebut didasarkan pada kondisi kekinian atau kebutuhan di masyarakat serta hasil rapat evaluasi Disbun Aceh dan dinas kabupaten/kota yang rutin diadakan pada akhir tahun. Hal itu dimaksudkan agar program prioritas yang ditetapkan untuk tahun berikutnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang akan menerima bantuan nantinya.

Untuk tahun 2016 misalnya, Disbun Aceh menetapkan enam kegiatan strategis pembangunan perkebunan Aceh. Satu dari enam program tersebut adalah melakukan pengembangan perkebunan melalui dayah atau pesantren dan meunasah. Kegiatan strategis lain yaitu rehabilitasi dan pemeliharaan tanaman perkebunan rakyat, melanjutkan program pembangunan perkebunan untuk korban konflik (cluster model, revitalisasi/peumakmue gampong, dan pola plasma), kemandirian benih perkebunan, menyediakan agroinput perkebunan pola parsial, serta peningkatan pascapanen dan pengolahan hasil perkebunan.

Kadis Perkebunan Aceh, Ir. M. Jailani A. Bakar M.Si. mengatakan, tujuan pihaknya menetapkan pengembangan perkebunan melalui dayah atau pesantren dan meunasah sebagai salah satu kegiatan strategis tahun depan adalah untuk meningkatkan ekonomi teungku dayah dan imam meunasah. Untuk melaksanakan program ini, sebut Jailani, pihaknya menganggarkan dana Rp 22.814.500.000. Anggaran tersebut masing-masing untuk pembangunan 500 hektare (Ha) kebun kelapa sawit di tiga kabupaten/kota sebesar Rp 7.982.500 dan pembangunan 800 Ha kebun karet rakyat di empat kabupaten/kota senilai Rp 14.832.000.

“Kebun kelapa sawit akan kita bangun di Subulussalam 100 hektare, Abdya 200 hektare dan Aceh Singkil 200 hektare. Sedangkan kebun karet rakyat akan kita bangun di Subulussalam 200 hektare, Abdya 200 hektare, Aceh Singkil 200 hektare, dan Aceh Tenggara 200 hektare,” rinci Jailani.

Untuk program rehabilitasi dan pemeliharaan tanaman perkebunan rakyat, menurut Jailani, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 137.865.500.000. Dana itu, lanjutnya, diperuntukkan bagi rehabilitasi tanaman perkebunan rakyat Rp 74.520.500.000 dan pemeliharaan tanaman perkebunan rakyat Rp 63.345.000.000. Rehab tanaman perkebunan rakyat, akan dilakukan di 18 kabupaten/kota dengan luas lahan 9.100 Ha. Tanaman yang direhab yaitu karet 2.500 Ha, kakao 2.000 Ha, kelapa dalam 1.800 Ha, kopi 1.400 Ha, pala 800 Ha, dan cengkeh 600 Ha.

Sedangkan pemeliharaan tanaman perkebunan rakyat, sambung Jailani, juga akan dilakukan di 18 kabupaten/kota dengan luas areal 12.300 Ha. “Pemeliharaan yang kita lakukan masing-masing untuk kebun kelapa sawit 2.000 hektare, karet 3.400 hektare, kakao 4.500 hektare, kopi 1.000 hektare, dan kelapa dalam 1.400 hektare,” ungkap Jailani.

Adapun untuk pembangunan kebun untuk korban konflik, Jailani mengatakan, pihaknya akan fokus pada pembangunan kelapa sawit dan kebun karet rakyat dengan total anggaran Rp 48.357.500.000.

“Kebun kelapa sawit yang akan kita bangun luas totalnya 2.100 hektare dengan anggaran 33.525.500.000. Kebun itu masing-masing di Aceh Utara 700 hektare, Aceh Timur 600 hektare, Aceh Jaya 400 hektare, dan Nagan Raya 400 hektare,” jelasnya. Sementara kebun karet rakyat yang akan dibangun dengan dana Rp 14.832.000.000, sebut Jailani, luasnya 800 hektare yang meliputi Aceh Utara 200 Ha, Aceh Timur 200 Ha, Aceh Jaya 200 Ha, dan Nagan Raya 200 Ha.

Sementara program kemandirian benih perkebunan, kata Jailani, pihaknya akan membangun kebun sumber benih dengan total anggaran Rp 30.488.000.000. Untuk jangka pendek, sebutnya, program itu akan dilakukan di 15 kabupaten/kota yang meliputi entres kakao 5 Ha, entres karet 5 Ha, KSB lada 2 Ha, KSB nilam 2 Ha, BPT kelapa 5 Ha, BPT karet 5 Ha, dan BPT pala 5 Ha. “Sedangkan untuk jangka panjang akan dilakukan pelepasan varietas kelapa dalam lima hektare, pelepasan varietas kopi lima hektare, kebun kopi induk lima hektare, dan kebun induk pala seluas lima hektare. Program ini akan kita laksanakan di 15 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Untuk program penyediaan agroinput perkebunan pola parsial, kata Jailani lagi, pihaknya menyediakan anggaran Rp 60.000.000.000. Dana itu, menurutnya, akan digunakan untuk memberi bantuan berupa bibit dan pupuk kepada masyarakat. Bibit yang akan disalurkan untuk 22 kabupaten/kota berjumlah 2.906.000 batang dengan rincian kelapa sawit 600 ribu batang, karet 800 ribu batang, kakao 700 ribu batang, kopi 320 ribu batang, kelapa dalam 70 ribu batang, lada 100 batang, pala 112 ribu batang, nilam 24 ribu batang, dan cengkeh 180 ribu batang.

Sedangkan untuk program strategis keenam yaitu peningkatan pascapanen dan pengolahan hasil perkebunan, menurut Jailani, pihaknya akan menyalurkan bantuan alsinbun pascapanen dan pengolahan hasil. Dengan total anggaran Rp 104.000.000.000, tambah Jailani, pihaknya akan menyediakan 300 unit alsinbun untuk disalurkan ke 15 kabupaten/kota.

Peralatan itu adalah alsinbun kakao sebanyak 80 unit, karet 40 unit, kopi 100 unit, tebu 40 unit, dan nilam 40 unit. Alsinbun kakao akan disalurkan ke Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, dan Aceh Timur. Karet untuk Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, dan Subulussalam. Kopi dan tebu masing-masing untuk Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, serta nilam untuk Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Abdya.

“Dengan enam program strategis ini, kami berharap kontribusi subsektor perkebunan untuk peningkatan ekonomi masyarakat terutama pekebun dan pendapatan asli daerah (PAD) Aceh terus meningkat secara siginifikan,” harapnya. Agar program prioritas terlaksana dengan baik, ia mengimbau semua pengelola kegiatan APBN dan APBA di lingkungan Disbun Aceh dan Disbun kabupaten/kota agar bekerja maksimal dan penuh tanggung jawab dengan tetap tidak melanggar aturan yang berlaku. (sumber)

Kembali ke Menu Utama | Yuk gabung PanPage Facebook Belajar Quran dan Ilmu Tafsir atau di sini | Kunjungi: Yayasan Mahmun Syarif Marbun, Lihat: Info Pendaftaran di Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan dan cabangnya di Lae Toras, Humbang Hasundutan

Majalah Kreasi Santri merupakan majalah internal Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Sumatera Utara. Majalah ini didirikan oleh Julkifli Marbun, guru pengabdian tahun 1995-1996 beserta anak didiknya. Kini terus dikembangkan secara online.

0 comments:

Post a Comment

KREASI SANTRI
+6281284179400
Penang, Malaysia

SEND US A MESSAGE