Yaman menghadapi momen penting setelah keputusan Presiden Dewan Kepemimpinan Rashad Al-Alimi mengakhiri kehadiran Uni Emirat Arab di beberapa wilayah strategis. Keputusan ini berdampak langsung pada provinsi Hadramaut dan Al Mahra, khususnya terkait operasi bandara dan pelabuhan yang sempat dibatasi.
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah bandara dan pelabuhan di Hadramaut dan Al Mahra mengalami penutupan atau pembatasan akses. Alasan yang dikemukakan pihak berwenang terkait keamanan, namun banyak pengamat menilai ada motif politik dan ekonomi di baliknya.
Berdasarkan dugaan, penutupan tersebut disengaja agar masyarakat lokal semakin bergantung pada STC dalam aktivitas ekonomi. Pembatasan ini memengaruhi perdagangan, distribusi barang, dan mobilitas warga, sehingga posisi STC menjadi sentral dalam ekonomi wilayah.
Beberapa pengamat juga menilai bahwa pembatasan hak operasional bandara dan pelabuhan di Yaman dimaksudkan untuk mencegah pelabuhan Yaman bersaing dengan fasilitas milik Uni Emirat Arab di wilayah selatan. Strategi ini memungkinkan UAE mengontrol jalur perdagangan regional.
Dengan keluarnya UAE dari Yaman, kemungkinan besar pembatasan-pembatasan tersebut akan dicabut. Pemerintah pusat memiliki peluang untuk membuka kembali bandara dan pelabuhan di Hadramaut dan Al Mahra secara penuh, meningkatkan arus perdagangan dan mobilitas.
Jika darurat militer di Yaman benar-benar berakhir, bandara dan pelabuhan akan menjadi jalur vital bagi pemulihan ekonomi. Aktivitas komersial, distribusi logistik, serta investasi asing bisa meningkat signifikan.
Bandara di Say’un dan Al-Ghaydah diprediksi akan kembali ramai, tidak hanya untuk penerbangan domestik, tetapi juga internasional. Pembukaan kembali jalur udara akan meningkatkan konektivitas Hadramaut dengan pusat-pusat ekonomi regional.
Pelabuhan Mukalla dan pelabuhan di Al Mahra juga diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas. Kapal dagang dan armada nelayan lokal akan mendapatkan akses lebih bebas tanpa pembatasan dari pihak luar.
Keluarnya pasukan UAE juga diharapkan menurunkan risiko politik yang selama ini menjadi alasan pembatasan operasi. Kondisi ini membuka peluang bagi Yaman untuk memperkuat kendali nasional atas aset strategisnya sendiri.
Pemerintah pusat diyakini akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat peran instansi keamanan nasional di Hadramaut dan Al Mahra. Dengan kontrol penuh, aktivitas bandara dan pelabuhan dapat berjalan aman dan produktif.
Selain itu, masyarakat lokal akan mendapatkan manfaat langsung. Pendapatan dari pelabuhan dan bandara bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik lainnya.
Pembukaan kembali jalur transportasi ini juga penting bagi logistik dan distribusi bantuan kemanusiaan. Provinsi Hadramaut yang luas membutuhkan jalur yang efisien untuk mengurangi kesulitan distribusi barang.
Kondisi ini akan mendorong investor untuk kembali menanamkan modal di wilayah timur Yaman. Investasi baru bisa mencakup perdagangan, manufaktur ringan, serta sektor jasa yang selama ini terhambat karena keterbatasan akses.
Pengamat menilai, secara ekonomi, keluarnya UAE bisa menjadi momentum pemulihan mandiri Yaman. Dengan pelabuhan dan bandara beroperasi maksimal, ketergantungan ekonomi pada pihak luar berkurang.
Bandara dan pelabuhan yang lebih ramai juga bisa memfasilitasi integrasi Yaman dengan pasar regional. Hadramaut dan Al Mahra memiliki posisi strategis di Jalur Laut Arab, yang sangat vital untuk perdagangan internasional.
Kebijakan ini diharapkan memulihkan kepercayaan warga terhadap pemerintah pusat. Selama pembatasan, masyarakat merasakan dampak ekonomi yang signifikan, sehingga pembukaan kembali fasilitas publik menjadi simbol pemulihan kedaulatan.
Sektor pariwisata juga berpotensi berkembang. Pulau-pulau dan pantai Hadramaut, termasuk kawasan sejarah, bisa menjadi destinasi yang lebih mudah diakses dengan bandara dan pelabuhan terbuka.
Dengan arus barang dan orang yang meningkat, peluang kerja lokal juga akan membaik. Peningkatan aktivitas ekonomi memberi kesempatan bagi pemuda dan masyarakat untuk terlibat dalam bisnis dan jasa terkait transportasi dan logistik.
Namun pemerintah perlu tetap mengawasi keamanan secara ketat. Pelabuhan dan bandara yang ramai rentan terhadap gangguan, sehingga koordinasi dengan aparat lokal dan nasional tetap penting.
Secara keseluruhan, keluarnya UAE dari Yaman membuka peluang bagi Hadramaut dan Al Mahra untuk memanfaatkan pelabuhan dan bandara secara optimal. Keputusan ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemulihan ekonomi dan kedaulatan wilayah.
Momentum ini bisa menjadi simbol bahwa Yaman mampu mengelola sumber daya strategisnya sendiri tanpa intervensi pihak luar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur negara itu.
Tags
internasional