-->

Majalah

KREASI SANTRI

Majalah Al Kautsar Al Akbar Mempromosikan Potensi Alumni Didirikan oleh Ust. Julkifli Marbun, MA

Saturday, 3 September 2016

Jangan Jadi Korban, Kenali Cyber Bullying

KREASI SANTRI -- Cyber Bullying sekarang ini terjadi di mana-mana. Di grup WA, Facebook, BBM dan lain sebagainya.

Banyak pengguna internet dan media sosial yang kecewa karena dirinya telah menjadi terkucil dari dunia maya tanpa mengetahui penyebabnya.

Kenali Cyber Bully, siapa tahu anda adalah korban. Cyber Bully biasanya dilakukan oleh orang yang berkepentingan, baik dari segi sosial, organisasi, marketing dan lain sebagainya untuk menguntungkan pihaknya.

Dalam kasus Ahok misalnya, Cyber Bully terjadi antar dua belah pihak. Baik yang pro maupun yang kontra. Tidak jarang keduanya menyentuh hal-hal SARA.

Tapi jangan terkecoh dengan istilah dua belah pihak. Kadang-kadang diskusi atau polemik yang bernuansa cyber bully bisa dilakukan oleh salah satu pihak saja. Di mana pihak yang memainkan isu tersebut sebagian berpura-pura sebagai pihak yang kontra.

Misal; pihak yang pura-pura kontra tersebut menyerang Ahok dari segi agama, yang sangat sensitif bagi masyarakat Indonesia. Pihak yang pura-pura kontra ini disesain membully dengan argumen yang sedangkal dan selucu mungkin. Tak logis dan rentan ditertawakan.

Lalu, pihak yang pro didesain untuk membully yang kontra dengan argumentasi yang lebih kuat.

Hasilnya yang kontra ditertawakan publik dengan demikian siapapun yang kontra dengan Ahok akan dilabeli dengan image yang pura-pura kontra tersebut.

Berikut info cyber bully dikutip dari blog ini.


Karakteristik dan Bentuk Cyber Bullying

·  Materi cyber bullying (tulisan, photo, video) yang dapat di distribusikan secara world wide dan seringkali tidak bisa dihilangkan.
·  Pelaku bullying biasanya bersifat anonim, menggunakan nama lain atau berpura-pura sebagai orang lain.
·  Kejadiannya bisa kapan saja dan dimana saja.
·  Contoh Perilaku Cyber bullying :
a. Flame War : dapat terjadi di milis atau online forum, berupa perdebatan yang tidak esensial atau penyanggahan tanpa dasar yang kuat dengan menggunakan bahasa kasar dan menghina.

b. Gangguan (Harassment)
Berulang kali posting diforum atau mengirimkan pesan tidak pantas melalui email. Mengirim spam e-mail dengan jumlah belasan hingga ratusan email per-hari.
Bentuk dan metode tindakan cyber bullying amat beragam. Bisa berupa pesan ancaman melalui e-mail, mengunggah foto yang mempermalukan korban, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah.
Motivasi pelakunya juga beragam, ada yang melakukannya karena marah dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sekedar hiburan pengisi waktu luang. Tidak jarang, motivasinya kadang-kadang hanya ingin bercanda.

Cyber bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Australian Federal Police (AFP) mengidentifikasikan setidaknya terdapat tujuh bentuk cyber bullying, yaitu:
1)   Flaming (perselisihan yang menyebar)
Yaitu ketika suatu perselisihan yang awalnya terjadi antara dua orang atau lebih (dalam skala kecil) dan kemudian menyebarluas sehingga melibatkan banyak orang (dalam skala besar) sehingga menjadi suatu kegaduhan dan permasalahan besar;
2)   Harrasment (pelecehan)
Yaitu upaya seseorang untuk melecehkan orang lain dengan mengirim berbagai bentuk pesan baik tulisan maupun gambar yang bersifat menyakiti, menghina, memalukan, dan mengancam;
3)   Denigration (fitnah)
Yaitu upaya seseorang menyebarkan kabar bohong yang bertujuan merusak reputasi orang lain;
4)   Impersonation (meniru)
Yaitu upaya seseorang berpura-pura menjadi orang lain dan mengupayakan pihak ketiga menceritakan hal-hal yang bersifat rahasia;
5)   Outing and trickery (penipuan)
Yaitu upaya seseorang yang berpura-pura menjadi orang lain dan menyebarkan kabar bohong atau rahasia orang lain tersebut atau pihak ketiga;
6)   Exclusion (pengucilan)
Yaitu upaya yang bersifat mengucilkan atau mengecualikan seseorang untuk bergabung dalam suatu kelompok atau komunitas atas alasan yang diskriminatif;
7)   Cyber-stalking (penguntitan di dunia maya)
Yaitu upaya seseorang menguntit atau mengikuti orang lain dalam dunia maya dan menimbulkan gangguan bagi orang lain tersebut.

Kita dapat melihat bahwa bentuk dari cyber bullying tidak hanya berupa hinaan, ejekan maupun fitnah saja, namun dapat pula berbentuk dari salah satu yang disebutkan di atas.

Majalah Kreasi Santri merupakan majalah internal Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Sumatera Utara. Majalah ini didirikan oleh Julkifli Marbun, guru pengabdian tahun 1995-1996 beserta anak didiknya. Kini terus dikembangkan secara online.

0 comments:

Post a Comment

KREASI SANTRI
+6281284179400
Penang, Malaysia

SEND US A MESSAGE