-->

Majalah

KREASI SANTRI

Majalah Al Kautsar Al Akbar Mempromosikan Potensi Alumni Didirikan oleh Ust. Julkifli Marbun, MA

Tuesday, 28 March 2017

Melihat Potensi JBMI dan Organisasi Batak Muslim dalam Membangun Umat

KREASI SANTRI -- Kisah sukses peresmian Titik Nol Peradaban Islam di Barus, Tapanuli Tengah oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini dengan sendirinya mengangkat nama Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) (baca) yang menggagasnya.

Organisasi masyarakat yang kini dipimpin oleh H. Albiner Sitompul ini juga menyelenggarakan Silaturrahmi Nasional (Silatnas) di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Di bawah kepemimpinan mantan Kepala Biro Pers Kepresidenan ini, beberapa kepengurusan di tingkat Kabupaten telah berdiri, juga lembaga-lembaga otonom seperti Gerakan Mahasiswa JBMI dan lain sebagainya.

Presiden Joko Widodo sendiri telah menegaskan bahwa JBMI merupakan salah satu sumber utama membangun bangsa.

Tapi, bagaimana cara JBMI membangun bangsa? (baca)

Seperti diketahui ada dua organisasi muslim yang cukup besar dan mempunyai sejarah panjang di kalangan masyarakat Batak. Pertama JBMI dan yang kedua Persatuan Batak Islam (PBI)  (baca) yang kini diketuai Raidir Sigalingging.

Selain itu ada juga organisasi paguyuban per daerah, per marga di perantauan dan kampung halaman. Salah satu yang kuat misalnya Persatuan Muslim Sihotang, Sigalingging, Sitompul. Itu belum termasuk organisasi Muslim Batak per keturunan atau satu Ompu yang biasanya terdiri dari 2-4 generasi dari satu kakek buyut yang masih dekat.

JBMI dan PBI juga dibayang-bayangi organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, Alwashliyah, Alittihadiyah, Persatuan Muslim Tapanuli (PMT) (baca) yang digagas para alumni Musthafawiyah dan lain sebagainya.

Ada juga jaringan yang lebih non formal yang diikat dalam ikatan alumni, tarekat dan lain-lain, seperti jaringan ulama Mandailing di Timur-Tengah, Malaysia dll, jaringan ulama suluk Batak di Sumatera dan sebagainya. (baca)

Untuk dapat memberi warna yang khas dalam pembangunan umat, JBMI dan PBI dapat mengisi kekosongan di antara beberapa organisasi tersebut selain memperkuat potensi yang telah ada.

PBI misalnya yang mempunyai program rehabilitasi masjid-masjid kuno di desa-desa Muslim di Sumatera Utara, termasuk Nias, terus memperkuat dan memperbaharui sistemnya.

Kerjasama dengan lembaga-lembaga sosial dan donor lainnya mutlak diperlukan; semisal Dompet Dhuafa, CSR dan lain sebagainya di dalam dan luar negeri.

JBMI yang sudah mempunyai pelayanan hukum di kantor pusatnya di rawamangun dan beberapa program lainnya, tinggal melakukan pembenahan dan duplikasi ke daerah-daerah yang menjadi pemukiman orang Batak Islam.

Salah satu tantangan yang harus dijawab adalah bagaimana kaderisasi dan kesinambungan organisasi. Maka pembentukan lembaga pendidikan atau jaringan lembaga pendidikan di bawah badan hukum organisasi mutlak dilakukan.

Memang, untuk Mendirikan Rumah Sakit atau Universitas JBMI atau PBI masih merupakan langkah yang cukup jauh. Tapi bukan tak mungkin itu semua bisa dicapai dengan langkah yang pelan tapi pasti.

Hal itu mengingat kebanyakan anggota atau pengurus dua organisasi ini merupakan praktisi dunia pendidikan yang telah memiliki yayasan dan jaringan bisnis sendiri-sendiri.

Tapi, satu hal yang didambakan oleh kalangan Batak Muslim saat ini adalah kemandirian ekonomi. Tepatnya, kembalinya kemandirian ekonomi bagi masyarakat Muslim Batak.

Dulu, generasi muda Batak Muslim merupakan penggagas berdirinya N.V. De Bataksche Bank. Maka bukanlah sebuah impian yang sia-sia untuk mendirikan lembaga seperti ini kembali.

Dan bukan pula mustahil untuk mendirikannnya kembali mengingat cukup banyak prodil atau tokoh Batak yang memiliki bank atau paling tidak lembaga pembiayaan.

Dengan kemampuan finansial dan pembiayaan yang mandiri, langkah untuk memajukan ummat melalui pengembangan ekonomi kreatif bukan tak mungkin dapat dilakukan lebih cepat. JBMI, PBI dan organisasi lainnya di kalangan Muslim Batak harus saling bahu membahu mendorong kreativitas generasi muda Batak, (baca) seperti bidang penerbitan, kajian, industri film dan lain sebagainya. (*)

Yuk gabung PanPage Facebook Belajar Quran dan Ilmu Tafsir atau di sini

Majalah Kreasi Santri merupakan majalah internal Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Sumatera Utara. Majalah ini didirikan oleh Julkifli Marbun, guru pengabdian tahun 1995-1996 beserta anak didiknya. Kini terus dikembangkan secara online.

0 comments:

Post a Comment

KREASI SANTRI
+6281284179400
Penang, Malaysia

SEND US A MESSAGE